Pasaman, kaliber38news.com Ironis dan mencederai semangat pendidikan! Lima siswa SMK yang seharusnya mendapatkan ilmu dan pengalaman berharga melalui program Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Pasaman, justru diduga "diperalat" dan dipaksa bekerja di tempat yang sama sekali tidak relevan: kandang ayam.
Berdasarkan informasi yang diterima LSM P2NAPAS (Perkumpulan Pemuda Nusantara Pas-Aman), para siswa malang ini semestinya ditugaskan untuk belajar dan mengembangkan keterampilan di bidang teknologi informasi. Namun fakta di lapangan sungguh mengejutkan: mereka justru diarahkan oleh salah satu pejabat penting, yakni Kabid Teknologi dan Informasi Kominfo Pasaman, untuk mengerjakan pekerjaan kasar yang tidak ada kaitannya dengan dunia pendidikan mereka — membersihkan dan mengurus kandang ayam.
Ahmad Husein Batu Bara, Ketua Umum LSM P2NAPAS, menyatakan keprihatinan dan mengecam keras tindakan tersebut.
"Kami sangat menyayangkan perlakuan yang tidak manusiawi dan tidak mendidik ini. Program PKL adalah investasi masa depan untuk generasi emas Pasaman, bukan kesempatan untuk mengeksploitasi tenaga siswa dengan alasan jabatan," ujar Husein dengan nada geram.
Ia menegaskan bahwa tindakan seperti ini bukan saja mencoreng nama baik institusi, tetapi juga menunjukkan wajah bobroknya etika birokrasi di daerah.
"Kami mendesak Bupati Pasaman untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap oknum pejabat yang mempermalukan institusi dan melecehkan amanah pendidikan ini," tambahnya.
Fenomena ini juga menyentil lemahnya pengawasan terhadap pelaksanaan PKL di lingkungan pemerintahan daerah. Bila dibiarkan, bukan tidak mungkin praktek-praktek semacam ini akan semakin merajalela dan menjadi kebiasaan buruk yang melekat.
LSM P2NAPAS berkomitmen akan mengawal kasus ini hingga tuntas. Para siswa yang seharusnya dididik sebagai pionir digital malah diperlakukan layaknya pekerja kasar di luar logika pendidikan.
Menanggapi isu tersebut, Kepala Bidang Teknologi dan Informasi Kominfo Pasaman membantah keras tudingan tersebut.
Klarifikasi Oknum Pejabat,
“Kami tidak mempekerjakan siswa untuk urusan kandang ayam. Mereka kami latih memperbaiki CCTV yang kebetulan berada di area tersebut,” jelasnya melalui sambungan WhatsApp, Senin (5/8).
Ia juga menjelaskan bahwa tindakan membawa pakan ternak oleh siswa hanya berlangsung sekitar 10 menit dan merupakan bagian dari inisiatif agar akses ke titik pemasangan CCTV tidak terganggu.
“Fokus utamanya tetap pada pelatihan teknis. Sisanya, mereka kami dampingi sesuai bidang,” tambahnya.
Pasaman butuh pemimpin yang tegas dan birokrat yang bermoral. Generasi muda Pasaman bukan budak. Mereka adalah masa depan yang harus dilindungi, bukan dimanfaatkan.
( Tim )


