Padang, kaliber38news.com Sebuah langkah nyata untuk memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan resmi dimulai di Sumatera Barat. Pada Selasa (10/3/2026), Lapangan Apel Mapolda Sumbar menjadi saksi sejarah diluncurkannya program Pembinaan Sekolah Rakyat (SR), sebuah sinergi strategis antara Polda Sumbar dan Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat.
Program ini bukan sekadar seremoni. Diinisiasi langsung oleh Kapolda Sumbar, Irjen Pol Dr. Gatot Tri Suryanta, gerakan ini merupakan implementasi nyata dari semangat Polri Peduli Pendidikan. Di balik layar, Kepala Biro SDM Polda Sumbar, Kombes Pol Anissullah M. Ridha, bertindak sebagai arsitek utama yang menyusun skema pembinaan karakter secara komprehensif bagi para siswa.
Menjawab Amanat Presiden
Prabowo Subianto
Langkah inovatif Polda Sumbar ini berpijak pada landasan hukum yang kuat, yakni Pasal 31 UUD 1945 dan Keppres No. 120 Tahun 2025 yang dikeluarkan Presiden Prabowo Subianto mengenai Pendidikan Gratis bagi Keluarga Miskin dan Miskin Ekstrem.
Kepala Dinas Sosial Sumbar, Syaifullah, memberikan apresiasi luar biasa atas inisiatif ini. Ia bahkan mengusulkan agar kerja sama ini tidak berhenti sebagai proyek sesaat.
“Kami berharap kerja sama ini ditingkatkan derajatnya menjadi permanen agar transformasi karakter anak-anak di Sekolah Rakyat memiliki keberlanjutan yang kuat,” tegas Syaifullah.
Aksi Memukau: Dari Kedisiplinan hingga Mimpi Menjadi Polwan
Suasana apel berubah riuh dan bangga saat para siswa Sekolah Rakyat menunjukkan kebolehan mereka. Di bawah bimbingan Biro SDM Polda Sumbar, ketangkasan ditunjukkan melalui
Peragaan PKS: Dipimpin oleh Muhammad Fauzan (SRMA 4 Padang).
Ketangkasan PBB: Ditunjukkan oleh Fauzil (SRMP 5 Solok).
Keterampilan Kepanduan: Diperagakan dengan apik oleh Daniel Jonathan (SRMP 4 Padang).
Momen paling menyentuh terjadi saat sesi interaksi humanis. Muhammad Asgar, salah satu siswa, bertanya langsung kepada Kapolda mengenai tips menjadi pemimpin (leadership) yang baik.
Dengan kebapakan, Irjen Pol Gatot menekankan bahwa integritas adalah kunci utama seorang pemimpin.
Semangat membara juga datang dari siswi-siswi seperti Inayah Mustika Ratu, Erzizah Febrianigun, dan Tita Martalita yang secara terbuka mengungkapkan impian mereka untuk mengenakan seragam cokelat sebagai Polwan di masa depan.
Komitmen Berkelanjutan
Menjawab kekhawatiran para tenaga pendidik seperti Eno Aulia Fikri, S.Pd., mengenai masa depan program ini, Kombes Pol Anissullah M. Ridha memastikan bahwa Polda Sumbar telah menyiapkan “bahan bakar” jangka panjang.
“Biro SDM telah menyiapkan rangkaian kegiatan berkelanjutan, mulai dari pendampingan psikologis hingga pelatihan kemandirian bagi para siswa,” pungkas Kombes Pol Anissullah.
Dengan peluncuran ini, Sekolah Rakyat di Sumatera Barat kini bukan lagi sekadar tempat belajar, melainkan kawah candradimuka bagi lahirnya generasi emas yang tangguh, disiplin, dan berkarakter. ( Sumber Humas Polda Sumbar, )


