Iklan

Iklan

Reses Anggota DPRD provinsi Sumbar Khairuddin Simanjuntak Serap Aspirasi Warga Kecamatan Panti, Hama Tikus Jadi Ancaman Serius bagi Petani

Kaliber38 News
, August 23, 2026 WIB Last Updated 2026-08-23T23:48:43Z


PASAMAN, kaliber38news.com Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Ketua Komisi II sekaligus Ketua Fraksi Gerindra Sumbar, Khairuddin Simanjuntak, kembali turun langsung ke tengah masyarakat melalui agenda reses. Ratusan warga Kecamatan Panti hadir dan menyampaikan berbagai aspirasi dalam kegiatan yang digelar di Sukadamai, Jorong Bahagia, Nagari Panti Utara, Kabupaten Pasaman, Minggu (23/8/2026).


Reses tersebut menjadi momentum bagi Khairuddin untuk mendengarkan secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, sekaligus menyerap aspirasi yang nantinya dapat diperjuangkan melalui lembaga legislatif sesuai kewenangannya.


Salah satu persoalan yang mencuat dalam dialog bersama masyarakat adalah serangan hama tikus yang mulai mengancam tanaman dan hasil panen petani. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius karena dapat berdampak langsung terhadap produktivitas pertanian dan pendapatan masyarakat.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Panti atau yang mewakili, Wali Nagari Panti Utara, Kapolsek Panti beserta Bhabinkamtibmas, Danramil, ninik mamak Kecamatan Panti, Bamus Nagari Panti Utara, Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Panti, tokoh masyarakat, serta sejumlah warga.


Dalam kesempatan itu, Khairuddin menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda pertemuan, melainkan bagian dari tanggung jawab wakil rakyat untuk mendengar, mencatat dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.


“Persoalan hama tikus ini harus menjadi perhatian kita bersama. Kita perlu mencari langkah yang tepat agar tidak semakin merugikan petani,” ujar Khairuddin.


Penyuluh Pertanian Paparkan Strategi Pengendalian Hama Tikus


Menanggapi keluhan masyarakat, Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Panti, Yosef Binachanra, menjelaskan bahwa serangan hama tikus merupakan persoalan yang membutuhkan pengendalian secara terencana dan berkelanjutan.


Menurut Yosef, tikus memiliki kemampuan berkembang biak dengan cepat sehingga pengendaliannya tidak dapat dilakukan secara sporadis. Dibutuhkan keterlibatan petani secara bersama-sama agar hasil pengendalian lebih efektif.


“Kalau tikus disakiti tanpa pengendalian yang tepat, justru bisa semakin brutal. Tikus juga tidak menyukai tempat yang bersih,” jelas Yosef.


Ia mengimbau petani agar memperhatikan kebersihan lahan dengan membersihkan rumput dan semak yang dapat menjadi tempat persembunyian tikus.


“Cara mengantisipasinya, kita bersihkan dulu lahan. Rumput di lahan jangan hanya disemprot, tetapi sebaiknya dibabat, dicabut dan dibersihkan sehingga lingkungan lahan tidak menjadi tempat tikus berkembang,” katanya.


Yosef juga menekankan pentingnya pengendalian secara serentak. Menurutnya, apabila hanya sebagian petani yang melakukan pengendalian sementara lahan lainnya dibiarkan, populasi tikus akan tetap berpotensi berkembang dan kembali menyerang tanaman.


Karena itu, sinergi antara petani, penyuluh pertanian dan pihak terkait dinilai penting untuk menekan populasi hama serta meminimalkan risiko kerusakan tanaman.


Khairuddin: Aspirasi Masyarakat Akan Diperjuangkan


Suasana reses berlangsung hangat dan penuh keakraban. Masyarakat tampak leluasa menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi. Dialog antara warga dan Khairuddin juga berlangsung cair, diselingi canda dan tawa.


Kedekatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung tanpa harus melalui jalur birokrasi yang panjang.


Khairuddin menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dan tidak hanya datang ketika agenda reses berlangsung.


“Saya akan terus hadir di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi dan persoalan yang dihadapi masyarakat. Apa yang menjadi kebutuhan dan aspirasi masyarakat akan kita perjuangkan sesuai kewenangan yang ada,” tegas Khairuddin.


Menurutnya, komunikasi yang intens dengan masyarakat sangat penting bagi seorang wakil rakyat. Dengan turun langsung ke lapangan, persoalan yang dihadapi masyarakat dapat diketahui secara lebih nyata dan menjadi bahan dalam menentukan langkah perjuangan di lembaga legislatif.


Reses tersebut sekaligus memperkuat hubungan antara masyarakat Kecamatan Panti dengan wakil mereka di DPRD Provinsi Sumatera Barat. Aspirasi terkait sektor pertanian, khususnya ancaman hama tikus, diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pihak-pihak terkait.


Masyarakat berharap persoalan tersebut tidak berhenti sebatas pembahasan dalam forum reses, tetapi dapat menghasilkan langkah konkret dalam membantu petani melindungi tanaman dan menjaga hasil panen.


(Abdi Novirta)

Komentar

Tampilkan

  • Reses Anggota DPRD provinsi Sumbar Khairuddin Simanjuntak Serap Aspirasi Warga Kecamatan Panti, Hama Tikus Jadi Ancaman Serius bagi Petani
  • 0

Terkini Lainnya