Ogan Ilir, kaliber38news.com Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) menggelar Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2025 di Kabupaten Ogan Ilir,Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan program ketahanan pangan nasional yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, dilaksanakan Belakang Komp. Serai Kelurahan Indralaya Indah, Kecamatan Indralaya
"Panen raya berlangsung di lahan pertanian milik personel Polres Ogan Ilir, Aipda Iwan Haryanto, yang berlokasi di belakang Komplek Serai, Kelurahan Indralaya Indah, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir. Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dan dilaksanakan berdasarkan Surat Telegram Kapolda Sumsel Nomor: ST/…/I/KEP/2026 tanggal 8 Januari 2026,kamis (08/01/2026).
"Hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan Drs. H. Edward Candra, MH, Kapolda Sumsel Irjen Pol. Andi Rian R. Djajadi, S.I.K., M.H., Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis yang diwakili Kapoksahli Pangdam Brigjen TNI Junaidi M., S.Sos., M.Si., Wakil Bupati Ogan Ilir H. Ardani, S.H., M.H., Kapolres Ogan Ilir AKBP Bagus Suryo Wibowo, S.I.K., serta unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, OPD Provinsi Sumsel dan Kabupaten Ogan Ilir, Perum Bulog, kelompok tani, akademisi, dan mahasiswa Universitas Sriwijaya.
"Dalam sambutannya, Kapolda Sumsel Irjen Pol. Andi Rian R. Djajadi menyampaikan bahwa panen raya jagung Kuartal IV ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong kemandirian pangan di daerah.
“Ketahanan pangan adalah bagian dari ketahanan nasional. Polri berkomitmen mendukung program pemerintah dengan mendampingi petani, memanfaatkan lahan produktif, serta menghadirkan inovasi yang dapat meningkatkan hasil pertanian,” ujar Kapolda.
"Kapolda Sumsel juga memaparkan inovasi pemanfaatan eceng gondok sebagai pupuk organik presisi yang dikembangkan oleh Direktorat Polairud Polda Sumsel. Inovasi ini dinilai mampu menekan biaya produksi pertanian sekaligus menjadi solusi terhadap permasalahan sampah di sungai.
"Pupuk organik padat berbahan akar eceng gondok digunakan sebagai penguat akar sebelum tanam dengan biaya produksi Rp50 per kilogram. Kebutuhan per hektare mencapai 2,5 ton atau setara Rp125 ribu. Sementara pupuk organik cair berbahan batang dan daun eceng gondok digunakan sebagai pengganti urea dan NPK dengan biaya produksi Rp300 per liter, kebutuhan 160 liter selama tiga bulan, atau total biaya Rp648 ribu per hektare. Selain ramah lingkungan, pupuk ini menghasilkan jagung yang lebih higienis dan bebas bahan kimia.
"Berdasarkan data pendampingan Polri, potensi lahan jagung di wilayah Polda Sumsel mencapai 31.689,40 hektare, dengan realisasi tanam sebesar 31.028,97 hektare atau 97,92 persen. Kontribusi produksi jagung Sumatera Selatan tercatat sebesar 382.287,67 ton, sementara produksi dari hasil pendampingan Polri mencapai 136.614,24 ton atau sekitar 35,77 persen.
"Salah satu lokasi panen Kuartal IV berada di Desa Tanjung Pering, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, dengan luas lahan 2 hektare dan estimasi produksi mencapai 8 ton jagung, melibatkan 12 petani aktif yang secara konsisten mendukung pengembangan komoditas jagung.
Sebagai langkah keberlanjutan program, pada tahun 2026 Polda Sumsel akan membangun 21 unit mesin pengering jagung (dryer) dan 25 unit mesin pemipil jagung yang selanjutnya akan diserahkan kepada kelompok tani di berbagai daerah di Provinsi Sumatera Selatan.
"Panen raya jagung secara simbolis dilakukan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan Edward Candra, Kapolda Sumsel Irjen Pol. Andi Rian R. Djajadi, perwakilan Pangdam II Sriwijaya, Pemimpin Perum Bulog Kanwil Sumsel Babel, serta unsur Forkopimda Kabupaten Ogan Ilir. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemipilan jagung dan sesi doorstop bersama awak media.
"Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pukul 13.15 WIB dalam keadaan aman dan kondusif. Program Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian pangan desa, meningkatkan kesejahteraan petani, serta meneguhkan Sumatera Selatan sebagai salah satu lumbung pangan nasional yang terus berkembang.(red)


