Lubuklinggau, 01 Juli 2026 – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Lubuklinggau menyampaikan keprihatinan atas belum tuntasnya proses transisi kepemimpinan di PDAM Tirta Bukit Sulap. Hingga saat ini, pengumuman Direktur definitif dinilai belum juga dilakukan, sementara keluhan masyarakat terkait pelayanan air bersih terus bermunculan.
PMII menilai bahwa kebutuhan air bersih merupakan hak dasar masyarakat yang tidak boleh terganggu akibat lambannya proses administrasi maupun pergantian kepemimpinan.
Pemerintah daerah diharapkan segera memberikan kepastian agar roda organisasi PDAM dapat berjalan secara optimal.
"Transisi kepemimpinan jangan sampai berdampak pada pelayanan publik.
Yang menjadi korban adalah masyarakat sebagai pelanggan PDAM. Persoalan ini harus segera mendapat perhatian serius dari pemerintah," tegas PMII Kota Lubuklinggau.
PMII juga meminta Pemerintah Kota Lubuklinggau segera memberikan kejelasan mengenai hasil proses seleksi Direktur PDAM yang telah berjalan. Berdasarkan informasi yang beredar, tahapan seleksi telah dilaksanakan, namun hingga kini masyarakat masih menunggu pengumuman resmi mengenai Direktur definitif.
Selain itu, PMII mendesak manajemen PDAM untuk meningkatkan respons terhadap berbagai keluhan pelanggan, terutama di wilayah yang mengalami gangguan distribusi air dalam beberapa waktu terakhir. Pelayanan publik harus menjadi prioritas utama, terlepas dari dinamika internal perusahaan.
PMII menegaskan bahwa pernyataan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kepentingan masyarakat Kota Lubuklinggau. Organisasi akan terus mengawal kualitas pelayanan publik dan berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi secara maksimal.
"Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat. Jangan biarkan masyarakat menanggung dampak dari lambannya proses transisi kepemimpinan." (Afra Pranata Holidin)


