Pesaman, kaliber38news.com Tersedianya data yang tervalidasi dan akurat menjadi dasar penting dalam menyusun perencanaan pembangunan daerah berbasis data sekaligus menjadi acuan publikasi data bagi Kabupaten Pasaman untuk kegunaan publik. Keberadaan data yang valid juga merupakan kunci sukses pembangunan daerah, karena melalui data tersebut perencanaan dapat disusun secara realistis dan nyata.
Hal itu ditegaskan Bupati Pasaman Welly Suhery saat membuka Forum Fokus Group Discussion (FGD) Koordinasi dan Validasi Data Statistik Sektoral Penyusunan Publikasi Kabupaten Pasaman Dalam Angka 2026 serta Sosialisasi Standar Pelayanan Statistik Terpadu BPS Kabupaten Pasaman di Aula Puncak Tonang, Lt. 2 Gedung BPS Kabupaten Pasaman, Pauh, Lubuk Sikaping.
"Data berkualitas adalah informasi utama dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembangunan. Karena itu, keakuratan data harus menjadi perhatian serius kita semua," tegas Bupati Welly.
Ia juga mengapresiasi BPS Pasaman atas konsistensinya meningkatkan kapasitas daerah dalam pengelolaan statistik sektoral, dan menilai FGD tersebut sebagai momentum penting untuk meningkatkan kompetensi aparatur dalam menghasilkan data kredibel bagi pengambilan keputusan berbasis bukti menuju Pasaman Bangkit.
Menurutnya, tantangan yang masih ada meliputi keterbatasan SDM, perbedaan metodologi, serta koordinasi antar OPD yang belum optimal. "Pembinaan statistik sektoral ini diharapkan melahirkan kesamaan persepsi dan sinergi yang lebih kuat di seluruh perangkat daerah," ungkap Bupati yang akrab disapa Da Pode.
Bupati Welly juga menyebutkan Program Desa Cantik (Desa Cinta Statistik) sebagai terobosan penting untuk meningkatkan literasi statistik hingga tingkat Nagari dan Kejorongan, serta mengajak peserta menjadikan forum ini sebagai ruang kolaborasi untuk membangun ekosistem data yang transparan dan terpercaya.
"Forum ini bukan sekadar formalitas, tetapi wadah untuk menumbuhkan kesadaran bahwa data adalah aset strategis pembangunan di masa mendatang," ujarnya.
Kepala BPS Pasaman Nita Andriani menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan berkelanjutan untuk memperkuat koordinasi data sektoral. "Kami di BPS siap mendampingi setiap OPD agar mampu menghasilkan dan menggunakan data sesuai standar yang berlaku," kata Nita.
Ia juga menekankan pentingnya penerapan standar pelayanan publik berbasis data dan sinergi lintas sektor, serta menyampaikan bahwa BPS Pasaman akan melaksanakan Sensus Ekonomi (SE) 2026 pada bulan Mei hingga Juni mendatang dan mengharapkan dukungan semua pihak.
FGD yang diselenggarakan bersama Dinas Komunikasi dan Informatika serta Bappeda Pasaman diisi dengan pemaparan tim OPD dan BPS, diskusi kelompok, serta tindak lanjut pembinaan statistik terpadu sebagai bagian dari upaya memberikan pelayanan publik kepada masyarakat.
Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Pasaman H. Parulian, Asisten I Bidang Pemerintahan Asrial Arfandi Hasan, Asisten III Bidang Administrasi Umum Roichad, Kepala Dinas Kominfo Fatrizon, Kepala Dinas Pendidikan Muslim, Kepala BKPSDM Deswin Adia Putra, jajaran OPD, instansi vertikal, pihak bank, BUMD/BUMN, serta perguruan tinggi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sistem pengelolaan statistik sektoral di Kabupaten Pasaman semakin tertata, terintegrasi, dan menjadi acuan utama dalam pengambilan keputusan strategis pemerintah daerah.
(Abdi Novirta)


