Lubuklinggau, 07 Juni 2026 – Sekretaris Bidang (Sekbid) PKC PMII Sumatera Selatan, Afra Pranata, mengingatkan agar proses penentuan Direktur PDAM Tirta Bukit Sulap Kota Lubuk Linggau periode 2026–2031 dilakukan secara transparan, profesional, dan bebas dari kepentingan politik.
Menurut Afra, hasil Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) yang telah diumumkan merupakan bagian penting dari proses seleksi, namun keputusan akhir harus benar-benar berorientasi pada kompetensi dan kemampuan calon dalam membenahi PDAM, bukan karena kedekatan dengan kekuasaan maupun faktor nonprofesional lainnya.
"Jabatan Direktur PDAM bukan hadiah politik dan bukan ruang untuk membayar jasa siapa pun. Ini adalah posisi strategis yang menyangkut pelayanan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, Wali Kota harus memastikan bahwa keputusan yang diambil benar-benar berdasarkan kapasitas, integritas, dan visi terbaik untuk kemajuan PDAM," ujar Afra Pranata.
Afra menilai seluruh kandidat yang lolos UKK memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk membuktikan kemampuan mereka pada tahapan wawancara akhir. Oleh sebab itu, proses tersebut harus berlangsung terbuka dan objektif agar publik mendapatkan keyakinan bahwa seleksi dilakukan secara adil.
"Kami tidak ingin muncul persepsi di tengah masyarakat bahwa hasil akhir sudah ditentukan sejak awal. Transparansi adalah kunci menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah," tegasnya.
Sebagai kader PMII Sumatera Selatan, Afra juga mengajak masyarakat sipil, akademisi, mahasiswa, dan media massa untuk bersama-sama mengawal proses seleksi hingga penetapan Direktur PDAM. Pengawasan publik dinilai penting agar BUMD strategis tersebut dipimpin oleh figur yang benar-benar mampu meningkatkan pelayanan air bersih, memperbaiki tata kelola perusahaan, serta membawa perubahan yang nyata bagi masyarakat Kota Lubuk Linggau.
"Siapa pun yang terpilih nanti harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Yang dibutuhkan warga bukan direktur titipan, melainkan direktur yang bekerja dan menghasilkan perubahan," tutup Afra Pranata. (*)


