Lubuklinggau, 14 Juni 2026 – Keluhan masyarakat terhadap layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bukit Sulap Kota Lubuklinggau kembali mencuat. Dalam beberapa waktu terakhir, distribusi air bersih ke sejumlah wilayah sering mengalami gangguan bahkan mati total selama berjam-jam. Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat terganggu, mulai dari kebutuhan rumah tangga, usaha kecil, hingga pelayanan publik.
Sejumlah warga berharap permasalahan tersebut tidak terus berulang. Mereka menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan dan manajemen PDAM agar distribusi air bersih dapat berjalan normal dan berkelanjutan. Menurut warga, perubahan kepemimpinan menjadi salah satu langkah yang dapat ditempuh untuk memperbaiki kualitas pelayanan kepada pelanggan.
Harapan masyarakat semakin besar seiring dengan rencana penunjukan Direktur Utama (Dirut) baru. Kehadiran pemimpin baru diharapkan mampu menghadirkan terobosan, meningkatkan profesionalisme kerja, serta mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang selama ini menjadi keluhan pelanggan.
Dalam dinamika tersebut, nama Feri Sirop, S.H. menjadi salah satu sosok yang mendapatkan dukungan dari berbagai kalangan. Dukungan tersebut didasarkan pada harapan agar kepemimpinan baru mampu membawa perubahan positif, memperkuat tata kelola perusahaan, serta meningkatkan kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat.
Masyarakat berharap siapa pun yang dipercaya memimpin PDAM ke depan dapat bekerja secara transparan, responsif terhadap keluhan pelanggan dan memiliki komitmen kuat untuk memastikan distribusi air bersih berjalan lancar. Dengan adanya pembenahan manajemen dan kepemimpinan yang efektif, gangguan layanan yang selama ini terjadi diharapkan tidak lagi terulang sehingga kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.
"Kami berharap kepemimpinan baru dapat membawa perubahan nyata. Air bersih adalah kebutuhan pokok masyarakat, sehingga pelayanan harus menjadi prioritas utama," ujar salah seorang warga. (Afra Pranata)


