Pasaman, kaliber38news.com Bupati Pasaman Welly Suhery menyoroti serius tingkat kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasaman. Hal itu disampaikannya dalam pertemuan coffee morning bersama seluruh camat dan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Pasaman di Balerong Anak Nagari, Senin (9/2).
Dalam acara yang juga dihadiri Wakil Bupati Parulian dan Sekretaris Daerah Yudesri, Bupati Welly mengungkapkan masih ditemukan ASN yang kerap datang terlambat bahkan tidak hadir pada jam kerja.
"ASN jangan hanya sekadar datang lalu absen. Mereka harus bekerja dengan sepenuh hati untuk pemerintahan dan masyarakat. Fakta di lapangan, masih ada yang sering terlambat dan tidak masuk kerja," tegas Welly.
Ia menginstruksikan seluruh kepala OPD untuk memperketat pengawasan kedisiplinan pegawai mulai dari tingkat pimpinan hingga unit pelayanan paling bawah, termasuk puskesmas dan polindes.
Wakil Bupati Parulian menegaskan bahwa kedisiplinan ASN merupakan bagian dari semangat Pasaman Bangkit. Menurutnya, kebangkitan daerah tidak akan terwujud jika aparatur masih bekerja setengah hati.
"Pasaman Bangkit itu artinya ASN juga harus bangkit. Bekerja serius dan tunjukkan perubahan nyata dalam kinerja," ucapnya.
Senada dengan itu, Sekda Yudesri mengungkapkan hasil evaluasi internal menunjukkan masih adanya ASN yang sering tidak hadir tanpa alasan jelas, yang akan menjadi catatan penting dalam penilaian kinerja. Ia juga mengingatkan agar pimpinan melakukan pengecekan berkala dengan objektif dan tidak bersikap sewenang-wenang.
"Jangan menabung kesalahan. Kalau ada pelanggaran, langsung ditegur supaya jadi evaluasi cepat," tambahnya.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Pasaman Deswin menyampaikan bahwa pihaknya tengah menyiapkan sistem aplikasi pencatatan kehadiran yang lebih ketat bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika. Ia juga mengungkapkan adanya temuan ketidakhadiran ASN yang belum ditindaklanjuti oleh atasan langsung atau Kepala OPD yang akan dievaluasi ke depan.
(Abdi Novirta)


