MUBA – Kaliber38news.com
Di tengah gencarnya operasi penertiban dan razia kendaraan pengangkut minyak ilegal yang digelar di seluruh wilayah Kabupaten Musi Banyuasin, fakta di lapangan justru mempertontonkan ketimpangan yang sangat mencolok. Awak media menemukan bukti nyata bahwa aktivitas perdagangan dan pengangkutan minyak ilegal masih berjalan leluasa, bahkan ternyata kuat dugaan dikuasai dan di kawal oleh salah satu oknum aparat TNI .
Temuan ini bermula saat, tim awak media gabungan LSM Musi Banyuasin melakukan investigasi di lapangan pada Selasa malam 09 Mei 2026, tepantau truk Fuso nopol BA 9094 AU yang diduga dimiliki oleh oknum anggota TNI inisial nama (Agung)bermuatan minyak illegal sedang terparkir di halaman RM rumah makan di jalan lintas Sekayu Lubuk Linggau.
Saat di mintai keterangan sopir mengakui bahwa kendaraan tersebut bermuatan minyak illegal rifenery dan mereka sedang menunggu seseorang yang akan mengawal mereka ujarnya, lebih lanjut ia mengatakan bahwa pemilik armada dan minyak illegal yang di angkutan mobil tersebut ialah pak (Agung) jelas sopir.
Lantas publik menyoroti atas lemahnya pengawasan penegak hukum wilayah Polres Musi Banyuasin,mengapa aktivitas angkutan minyak ilegal yang diduga di kawal oknum TNI bisa leluasa beroperasi tanpa tersentuh aparat kepolisian, perihal ini menimbulkan kejanggalan meskipun pihak kepolisian sering mengklaim telah melakukan penindakan.
Publik pun kini mempertanyakan integritas dan ketegasan aparat penegak hukum.Dalam memberantas aktivitas angkutan minyak illegal, namun fakta di lapangan justru membuktikan kegiatan yang jelas-jelas melanggar hukum dan peraturan perundang-undangan, masi terus berlangsung hingga saat ini.
Merespons fakta yang terungkap ini, publik menuntut sikap tegas dari pimpinan tertinggi aparat kepolisian resor Kapolda Sumatera Selatan dan Kapolres Musi Banyuasin untuk tidak menutup mata atau bersikap lunak.
Masyarakat menunggu langkah nyata dan pembuktian bahwa kepolisian benar-benar bertindak tegas terhadap mafia minyak illegal. Jika hal ini dibiarkan, maka kepercayaan publik terhadap hukum akan hilang sama sekali.
Guna keseimbangan pembritaan ini awak media mencoba melakukan upaya konfirmasi kepada pihak oknum TNI yang diduga selaku pemilik armada angkutan minyak illegal tersebut untuk memberikan tanggapan atas hak jawabnya.
Kemudian ia memberikan tanggapan terkait konfirmasi awak media dengan mengatakan,Komunikasi Samo Dedi Baye ka, ujarnya.
(Tim)


