Lubuklinggau, 16 Juni 2026 – Proses penetapan Direktur Utama PDAM Tirta Bukit Sulap Kota Lubuklinggau periode 2026–2031 menjadi perhatian serius masyarakat. Simpang siur informasi terkait pengumuman akhir calon pimpinan definitif perusahaan daerah tersebut dinilai menjadi salah satu tolok ukur kepemimpinan Wali Kota Lubuklinggau, H. Rachmat Hidayat, dalam menentukan figur yang tepat untuk memimpin PDAM ke depan.
Di tengah menunggu keputusan akhir, sejumlah masyarakat mulai menyampaikan aspirasi dan keluhan terkait pelayanan air bersih yang hingga kini dinilai belum maksimal. Mereka berharap proses seleksi dilakukan secara objektif dan menghasilkan pemimpin yang mampu menyelesaikan berbagai persoalan yang selama ini dikeluhkan pelanggan.
Almusri (45), warga Kecamatan Lubuklinggau Utara I, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelayanan PDAM Tirta Bukit Sulap, khususnya terkait distribusi air bersih yang sering mengalami gangguan.
"Kami meminta Wali Kota Lubuklinggau segera menetapkan Direktur PDAM Tirta Bukit Sulap. Jangan sampai muncul kesan di tengah masyarakat bahwa penentuan pimpinan PDAM didasarkan pada janji politik atau balas jasa saat Pilkada. Harapan kami, pemimpin yang terpilih benar-benar mampu mengatasi persoalan distribusi air bersih yang selama ini masih menjadi keluhan masyarakat," ujar Almusri kepada awak media, Selasa (16/6/2026).
Menurutnya, masyarakat membutuhkan sosok pemimpin yang memiliki kompetensi, integritas dan komitmen kuat dalam membenahi pelayanan perusahaan daerah tersebut agar kebutuhan air bersih warga dapat terpenuhi secara optimal.
Keluhan serupa juga disampaikan warga Kelurahan Mesat Seni, Kecamatan Lubuklinggau Timur II. Jhoni, warga lingkungan Wirakarya, mengatakan bahwa hingga saat ini permasalahan distribusi air bersih masih sering terjadi dan belum mendapatkan solusi yang memuaskan.
"Di lingkungan kami sudah menjadi hal yang biasa ketika air tidak mengalir. Karena itu kami berharap Wali Kota benar-benar memilih figur yang energik, profesional dan memiliki visi untuk memajukan PDAM Tirta Bukit Sulap. Jangan sampai masyarakat menilai bahwa pimpinan yang dipilih hanya merupakan titipan atau karena adanya kepentingan politik tertentu sebagaimana isu yang berkembang selama ini," ungkap Jhoni.
Masyarakat berharap proses seleksi Direktur PDAM Tirta Bukit Sulap dilakukan secara transparan dan mengutamakan kemampuan manajerial serta pengalaman calon dalam mengelola perusahaan penyedia layanan air bersih. Mereka menilai, siapa pun yang terpilih nantinya harus mampu menjawab berbagai persoalan mendasar, mulai dari kelancaran distribusi air, peningkatan kualitas pelayanan pelanggan, hingga pembenahan sistem manajemen perusahaan.
Penetapan Direktur Utama PDAM Tirta Bukit Sulap periode 2026–2031 kini menjadi perhatian publik. Keputusan yang diambil oleh Wali Kota Lubuklinggau bersama panitia seleksi dinilai akan menjadi indikator keseriusan pemerintah daerah dalam mewujudkan pelayanan air bersih yang lebih baik bagi masyarakat Kota Lubuklinggau. (Afra Pranata)


