Iklan

Iklan

Kebakaran Terjadi, Baru Bergerak? Pengawasan Lokasi Masakan Minyak di Babat Toman Dipertanyakan

Kaliber38 News
, June 08, 2026 WIB Last Updated 2026-06-08T08:32:41Z




MUSI BANYUASIN – Kebakaran yang terjadi di lokasi diduga bekas masakan minyak di wilayah Babat Toman kembali menyoroti lemahnya pengawasan terhadap titik-titik yang berpotensi membahayakan masyarakat. Peristiwa ini memunculkan pertanyaan besar, apakah tindakan pencegahan memang dilakukan secara serius atau baru bergerak setelah api berkobar.


Berdasarkan keterangan Kanit Reskrim Polsek Babat Toman saat dikonfirmasi, yang terbakar merupakan limbah atau sisa minyak yang mengalir di paritan areal kebun sawit di pinggir jalan. Ia juga menyebut lokasi tersebut sudah lebih dari satu bulan tidak beroperasi dan saat ini masih dalam proses penyelidikan.


Namun pernyataan tersebut justru menimbulkan tanda tanya baru. Jika benar aktivitas masakan minyak telah lama berhenti, mengapa limbah minyak yang mudah terbakar masih dibiarkan berada di lokasi? Siapa yang bertanggung jawab melakukan pembersihan dan pengawasan terhadap limbah berbahaya tersebut?


Fakta bahwa kebakaran terjadi di dekat jalan yang setiap hari dilalui masyarakat menunjukkan adanya potensi ancaman serius terhadap keselamatan warga. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun publik menilai kejadian tersebut seharusnya menjadi alarm keras bahwa pengawasan terhadap lokasi bekas aktivitas masakan minyak tidak boleh dilakukan setengah hati.


Masyarakat mempertanyakan mengapa langkah tegas baru terlihat setelah kebakaran terjadi. Apakah lokasi tersebut sebelumnya sudah pernah diperiksa? Apakah limbah yang tersisa telah didata dan diamankan? Ataukah pengawasan baru dilakukan ketika insiden sudah terlanjur terjadi?


Kejadian ini semakin memperkuat anggapan bahwa tindakan di lapangan sering kali bersifat reaktif, bukan preventif. Padahal, fungsi pengawasan seharusnya dilakukan untuk mencegah munculnya kebakaran, bukan sekadar menyelidiki setelah api membakar lokasi.


Warga berharap aparat penegak hukum dan instansi terkait tidak hanya fokus pada proses penyelidikan pascakebakaran, tetapi juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh lokasi bekas masakan minyak yang masih menyimpan limbah berbahaya. Sebab, jika tidak ada tindakan nyata dan pengawasan yang konsisten, bukan tidak mungkin kejadian serupa akan kembali terulang dengan dampak yang lebih besar.


Sebelum muncul korban jiwa dan kerugian yang lebih luas, masyarakat menunggu langkah konkret, penertiban menyeluruh, serta pengawasan ketat agar lokasi-lokasi yang berpotensi membahayakan tidak lagi menjadi ancaman bagi keselamatan publik.(Tim)

Komentar

Tampilkan

  • Kebakaran Terjadi, Baru Bergerak? Pengawasan Lokasi Masakan Minyak di Babat Toman Dipertanyakan
  • 0

Terkini Lainnya