Pasaman, kaliber38News.com Pemerintah Kabupaten Pasaman di bawah kepemimpinan Bupati Welly Suhery dan Wakil Bupati H. Parulian membuktikan kehadirannya lewat aksi nyata. Memasuki satu tahun masa jabatan, empat program unggulan utama telah digulirkan dan dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat, mulai dari kesehatan, pendidikan, pertanian, hingga pemenuhan kebutuhan tempat tinggal yang layak. Hal ini dipaparkan dalam Konferensi Pers Evaluasi Program Unggulan yang digelar di Media Center Diskominfo Pasaman, Senin (18/5/2026).
Layanan Kesehatan Lengkap dan Gratis
Melalui cakupan jaminan kesehatan semesta atau UHC, seluruh warga kini berhak mendapatkan pelayanan berobat gratis di puskesmas hingga rumah sakit daerah. Dukungan diperkuat lewat layanan Ambulans SIGAP yang beroperasi di 12 kecamatan. Hingga Maret 2026, layanan ini telah melayani ratusan kasus, mulai dari penjemputan pasien, pengantaran rujukan, hingga pengurusan jenazah tanpa biaya sepeserpun. Fasilitas pendukung lain seperti rumah singgah persalinan dan peningkatan mutu pelayanan di RSUD Tuanku Imam Bonjol serta RSUD Tuanku Rao menjadi bukti keseriusan pemerintah menghadirkan akses kesehatan yang cepat dan merata.
Pendidikan dan Seragam Gratis Sebagai Investasi Masa Depan
Beban orang tua diringankan lewat program bantuan seragam sekolah dan pembebasan biaya pendidikan. Pada tahun 2025, sebanyak 5.111 siswa baru telah menerima bantuan seragam. Tahun 2026 ini, bantuan berubah menjadi seragam jadi dengan target 11.000 siswa jenjang SD dan SMP. Kebijakan ini turut diiringi kelanjutan pendidikan gratis yang mencakup jenjang SMA, SMK, SLB, madrasah, hingga pondok pesantren, sebagai langkah strategis mencetak generasi unggul Pasaman.
Bajak Gratis Lewat Sistem Digital dan Pengawasan Pupuk Ketat
Di sektor pertanian, solusi nyata diberikan lewat program Bajak Gratis dengan sistem aplikasi bernama “BAGUS” (Bajak Gratis Untuk Semua). Program ini menyasar petani kurang mampu guna menekan biaya produksi, dengan dukungan penyuluh pertanian yang membantu pendaftaran di lapangan. Selain itu, Bupati Welly menegaskan pengawasan distribusi pupuk bersubsidi akan diperketat demi memastikan barang tersebut sampai ke petani yang berhak, bukan dikuasai pihak-pihak tertentu saja.
Ubah Rumah Reyot Jadi Hunian Layak dan Bermartabat
Melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), nasib warga kurang mampu perlahan berubah. Sepanjang tahun 2025, pemerintah telah membangun 741 unit rumah baru dan merenovasi 203 unit lainnya. Di tahun 2026, bantuan ini terus dilanjutkan untuk puluhan unit tambahan, diprioritaskan bagi warga miskin dan rentan miskin agar memiliki tempat tinggal yang aman dan sehat.
“Pemerintah harus hadir di tengah rakyat. Program ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi upaya menghadirkan harapan dan kesejahteraan nyata bagi seluruh masyarakat Pasaman,” tegas Bupati Welly Suhery.
(Abdi Novirta)


