LEBAK – Minggu, 21 Juni 2026 Di tengah berkembangnya berbagai persepsi publik terkait aktivitas usaha di wilayah Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Ormas Badak Banten DPC Rangkasbitung turun langsung mendampingi proses klarifikasi yang dilakukan pihak Cafe Santai. Kehadiran tersebut disebut sebagai langkah sosial kontrol yang mengedepankan pendekatan humanis, ketenangan publik, serta upaya menjaga agar informasi yang beredar tetap berimbang dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Ketua DPC Badak Banten Rangkasbitung, Hendrik Gobreg, menegaskan bahwa pihaknya tidak berada dalam posisi membela secara buta, melainkan memastikan setiap persoalan yang muncul di ruang publik dapat ditempatkan secara proporsional, berbasis data, dan diselesaikan melalui mekanisme yang benar.
> “Kami hadir bukan untuk berpihak tanpa dasar, tetapi untuk memastikan semua informasi berimbang. Jika ada dugaan atau isu yang berkembang, maka harus diuji secara fakta, bukan asumsi. Semua pihak harus diberi ruang yang sama untuk klarifikasi,” ujar Hendrik Gobreg.
Dalam kesempatan tersebut, pihak pengelola Cafe Santai, Mulyadi, turut memberikan klarifikasi langsung terkait berbagai isu yang sempat beredar di masyarakat. Ia menegaskan bahwa sejak awal usaha ini dibangun dengan niat menjaga ketertiban, keterbukaan, serta hubungan harmonis dengan lingkungan sekitar.
> “Kami membangun usaha ini dengan niat baik. Kami selalu menjaga komunikasi dengan warga, menghormati lingkungan, dan menjalankan usaha secara terbuka. Kami berharap masyarakat dapat menilai berdasarkan fakta di lapangan, bukan dari isu yang belum tentu benar,” ujar Mulyadi.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya selalu siap menerima masukan, arahan, dan evaluasi dari lingkungan sekitar maupun pihak berwenang apabila dibutuhkan demi perbaikan operasional usaha ke depan.
Lebih lanjut, berdasarkan keterangan yang dihimpun di lapangan, Cafe Santai juga dikenal memiliki kepedulian sosial terhadap lingkungan sekitar. Pihak usaha disebut kerap berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat, termasuk memberikan dukungan sukarela dalam kegiatan sosial, musyawarah warga, maupun membantu kebutuhan lingkungan sekitar secara bertahap sesuai kemampuan usaha.
Hal ini dipandang sebagai bentuk komitmen bahwa keberadaan usaha tidak hanya berorientasi pada kegiatan ekonomi, tetapi juga memiliki kontribusi sosial dalam menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar.
Sementara itu, Hendrik Gobreg kembali menegaskan bahwa setiap dinamika yang terjadi di tengah masyarakat harus disikapi secara bijak dan tidak terburu-buru dalam menarik kesimpulan.
> “Kita harus menjaga suasana tetap kondusif. Jangan sampai opini berkembang lebih cepat dari fakta. Semua harus dikembalikan pada mekanisme yang benar, melalui komunikasi, klarifikasi, dan musyawarah,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan dialog terbuka antara masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah agar setiap persoalan dapat diselesaikan secara damai tanpa memperkeruh suasana.
Dengan adanya pendampingan dan klarifikasi ini, diharapkan persoalan yang sempat menjadi sorotan publik dapat kembali ditempatkan secara objektif, berimbang, dan tidak berkembang menjadi polemik berkepanjangan di tengah masyarakat.
Badak Banten DPC Rangkasbitung menegaskan akan terus menjalankan fungsi sosial kontrol secara bijak dengan mengedepankan pendekatan humanis, musyawarah, serta menjaga stabilitas sosial di wilayah Kabupaten Lebak.
Sementara itu, seluruh pihak diharapkan tetap menjaga kondusivitas dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.(ifan)


