Lubuklinggau, 23 Juni 2026 – Dukungan terhadap figur putra daerah untuk memimpin Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bukit Sulap Kota Lubuklinggau periode 2026–2031 terus mengalir. Kali ini dukungan datang dari tokoh masyarakat Lembak yang juga anggota DPRD Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, Daerah Pemilihan (Dapil) III, Destiansyah.
Kepada awak media, Selasa (23/6/2026), Destiansyah yang akrab disapa Des menyampaikan harapannya kepada Wali Kota Lubuklinggau, Rahmat Hidayat, agar memberikan kesempatan kepada putra daerah keturunan Lembak, Feri Isrop, untuk bersaing dalam proses seleksi calon Direktur PDAM Tirta Bukit Sulap periode 2026–2031.
Menurut Des, keterlibatan putra daerah dalam kepemimpinan perusahaan daerah memiliki nilai strategis karena dinilai memahami kondisi wilayah, kebutuhan masyarakat, serta potensi sumber daya yang menjadi penopang pelayanan air bersih bagi warga Kota Lubuk Linggau.
"Sebagai bahan pertimbangan kepada Wali Kota Lubuklinggau, kami mengajukan salah satu putra daerah garis keturunan Lembak untuk diberikan kesempatan memimpin PDAM Tirta Bukit Sulap. Kami menilai Feri Isrop dapat menjadi representasi masyarakat Lembak yang berdomisili di Kota Lubuklinggau," ujar Destiansyah.
Des menjelaskan bahwa masyarakat Lembak memiliki keterkaitan historis dan geografis dengan salah satu sumber air baku yang selama ini dimanfaatkan untuk menunjang pelayanan PDAM Tirta Bukit Sulap.
Menurutnya, salah satu sumber air baku yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Kota Lubuklinggau berasal dari Desa Apur, Kecamatan Sindang Beliti Ulu, Kabupaten Rejang Lebong. Sumber air tersebut memiliki peran penting dalam mendukung distribusi air bersih bagi ribuan pelanggan.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, debit air dari sumber tersebut mencapai sekitar 22 liter per detik dan diperkirakan mampu melayani hingga 2.000 pelanggan. Menariknya, sistem distribusi dilakukan secara gravitasi sehingga tidak memerlukan mesin pompa, yang dinilai lebih efisien dari sisi operasional.
"Sumber air tersebut sudah dimanfaatkan sejak sekitar tahun 1986 hingga sekarang. Sistemnya menggunakan gravitasi sehingga air dapat mengalir tanpa bantuan pompa. Ini menjadi salah satu aset penting dalam mendukung pelayanan air bersih bagi masyarakat Kota Lubuklinggau," jelasnya.
Selain menyoroti kontribusi sumber air baku dari wilayah Rejang Lebong, Des juga mengungkapkan bahwa pemanfaatan sumber air tersebut selama ini dilakukan melalui mekanisme kerja sama yang bersifat kontraktual antara pemerintah daerah terkait.
"Sepengetahuan dan informasi yang saya terima, Pemerintah Kota Lubuklinggau selama ini hanya melakukan pembayaran kewajiban yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber air tersebut, termasuk pajak sesuai ketentuan yang berlaku," ungkapnya.
Lebih lanjut, ia berharap proses seleksi Direktur PDAM Tirta Bukit Sulap periode 2026–2031 dapat berjalan secara transparan, objektif dan profesional dengan mengedepankan kompetensi, pengalaman, integritas, serta kemampuan manajerial para kandidat.
Menurutnya, siapa pun yang nantinya terpilih harus mampu membawa PDAM Tirta Bukit Sulap menjadi perusahaan daerah yang sehat, maju dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Harapan kami, pemimpin yang terpilih nantinya benar-benar memiliki komitmen untuk meningkatkan pelayanan air bersih, memperluas cakupan layanan, serta membangun sinergi yang baik dengan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan," tutup Destiansyah.
Dukungan yang disampaikan tokoh masyarakat sekaligus anggota DPRD tersebut menjadi bagian dari aspirasi publik yang berkembang menjelang penetapan pimpinan baru PDAM Tirta Bukit Sulap Kota Lubuklinggau. Masyarakat berharap proses seleksi dapat menghasilkan sosok terbaik yang mampu menjawab berbagai tantangan pelayanan air bersih dan mendorong kemajuan perusahaan daerah pada masa mendatang. (Afra Pranata)


